Pesona Danau Napabale


Danau Napabale di Pulau Muna Sulawesi Tenggara
Formuna, Raha – Danau Laut Napabale yang menakjubkan. Keunikan alam ini, karena air laut terjebak cincin karang yang akhirnya membentuk cawan. Air berkubang luas dilingkari bukit-bukit karang yang tinggi dan terjal. Bukit rimbun menghijau nan kokoh seperti benteng penjaga Napabale yang mirip lukisan vagina alam. Napabale yang terletak di tebing tinggi Lohia, dekat pantai dengan pemandangan Selat Buton. 
Dari kejauhan, nampak air laut mengalir lewat gua-gua kecil di kaki bukit karang. Ada tiga karang besar yang ditumbuhi pepohonan liar. Bentuknya seperti tube fallopi, dan tempat ini menjadi lorong jutaan berbagai spesies ikan laut yang hidup di Selat Buton.
Napabale berjarak sekitar 15 Km dari Kota Raha Ibu kota Kabupaten Muna Propnsi Sulawesi Tenggara. Posisinya yang dikelilingi oleh bukit-bukit karang serta dihubungkan dengan laut oleh sebuah terowongan menghadirkan sebuah panorama alam yang sangat indah untuk dinikmati.
Pesona alam napabale yang dikelilingi oleh bukit karang yang seakan membentenginya, dapat menghilangkan kepenatan setelah disibukan dengan berbagai kesibukan yang menegangkan otot dan saraf. Lambaian bunga-bunga anggrek batu di sepanjang dinding danau yang mengelilinginya mampu menyejukkan perasaan yang sebelumnya diliputi oleh kegundahan. Barisan berbagai biota yang ada di dalamnya juga seakan tak mau ketinggalan untuk menghibur setiap pengunjung di Danau tersebut.
Bila anda ingin menikmati pemandangan laut selat Buton anda dapat menyewa perahu yang disediakan penduduk untuk menuju lalut dengan melewati terowongan bila air laut lagi susurt, atau dengan berjalan kaki sekitar 20 meter melewati batu-batu karang.
Panorama alam Napabale semakin mempesona bila senja menjelang. Langit yang merona merah seakan turut mengantar para nelayan yang mulai turun kelaut untuk memulai aktiitas mencari ikan. Dari Danau Napabale para nelayan tersebut mulai mengayuh perahu koli-koli mereka menuju selat buton dengan melalui terowongan alam Danau Napabale . Diselat Buton perahu yang lebih besar yang biasa disebut bagang oleh masyarakat setempat telah menanti dan siap membawa mereka ke lautan lepas yang dipenuhi berbagai jenis ikan untuk ditangkap.
Sebenarnya selain keindahan panorama alamnya, Napabale juga memiliki nilai historis yang sangat penting dalam sejarah peradaban Kerajaan Wuna ( Muna ), sehingga sangat sayang untuk dilewatkan bila berkunjung di Kabupaen Muna. Dengan erkunjung ke danau Napabale, selain anda dimanja dengan keindhan panorama alamnya anda juga dapat bernostalgia mengenang kisah cinta antara Raja Muna I Bheteno Netombula dengan Permaisurunya Wa Tandri Abe.
Dikisahkan dalam lengenda masyarakat Wuna, bahwa beberapa waktu setelah ditemukan Bheteno Netombula ( Orang yang muncul dari bambu ) dalam rumpun bambu, saat sekelompok orang yang sedang mencari bambu untuk kebutuhan pembuatan bangsal dalam rngka pesta yang akan diselenggarakan oleh Mieno Wamelai, ditemukan pula seorang gadis yang terdampar di Napabale. Gadis tersebut dikisahkan menumpang sebuah talam sehingga oleh masyarakat Wuna memberinya Nama “Sangke Palangga” artinya orang yang ,meumpang Palangga/ Talam.
Penemuan gadis oleh masyarakat Lohia yang bermukim di sekitar Danau Napabaletersebut didengar oleh para petinggi kampung di Kawuna-wuna ( kemudian menjadi pusat Kerajaan Wuna sebelum dipindah ke Tongkuno ), yang berjarak sekitar Tujuh Kilometer dari Napabale. Mendengar kabar tersebut, para petinggi kampung yang sebelumnya juga menemukan seorang pemuda,meminta agar gadis tersebut di bawah ke “Mieno Wamelai “ untuk mempertemukan keduanya. Betapa terkejutnya mereka, setelah dipertemukan ternyata keduanya mengaku sebagai suami isteri, sehingga oleh para petinggi kampung yang berjumlah delapan kampung menikahkan kembali mereka dengan prosesi adat Wuna sekaligus mengangkat Bheteno Netombula sebagai pemimpin tertingi. Setelah dinobatkan menjadi pemimpin tertinggi, Bheteno Netombula memproklamirkan berdirinya Kerajaan Wuna dan menetapkan dirinya sebagai Raja I.
Untuk mengunjungi Napabale tidak terlalu sulit. Angkot siap mengantar anda setiap saat saat dengan waktu tempuh sekitar 10 menit dari kota Raha dan tarif Rp.3.000,- anda sudah sampai di Napabale. Jadi Tunggu apa lagi???? Sebab keramahan penduduk juga sudah siap menerima kedatangan anda.
Sebagai destinasi wisata yang unik, maka sayang bila anda tidak mengunjunginya, apalagi anda berada di Kabupaten Muna. Dengan mengunjungi Napabale berarti anda telah melakukan dua kinjungan wiaata dalam waktu yang bersamaan, yaitu wisata alam dan Wisata Budaya. ( Aliem )

Komentar Saya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s