Kejari Raha, Tahan Kades Bubu Tanpa Surat


Raha,  Haruddin (47) yang juga Kepala Desa Bubu
Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara, ditahan  selama empat hari oleh Kejaksaan Negeri
Raha  tanpa ada surat perintah
penahanan  atau pemberitahuan kepada keluarganya.
 Penahanan terhadap korban tersebut baru
diketahui oleh pihak keluarga  yang di
dampingi  oleh aktiis Lembaga
Perlindungan Hak Asasi Manusia ( LAPHAM ) Sultra mencari tahu keberadaan korban
sampai Ke Kota Raha Ibu Kota Kabupaten Muna.
Pencarian ke Raha tersebut,  karena 
didasarkan informasi beberapa warga bahwa sebelum menghilang, korban
sempat di panggil oleh kanit Reskrim Pospol Bonegunu Brigadir Halik Mawardi via
Telepon selular. Untungnya, sesampai di Raha pihak keluarga langsung bertemu dengan
Brigadir Halik Mawardi dan mengakui kalau korban memang dibawah olehnya Ke
kejaksaan Negeri Raha untuk pelimpahan berkas penyidikan (P21)  kasus yang membelit korban  yaitu penganiayaan terhadap La Bolu.  Setelah proses selesai, Pihak JPU ( Hapulu, SH
) langsung menahan korban.
Penahanan terhadap Haruddin tampa
surat perintah penahanan  tersebut sangat
disayangkan pihak keluarga dan LSM yang mengadvokasi kasus ini. Menurut Rasman,
wakil ketua LAPHAM Sultra yang didampingi oleh istri korban, penangkapan dan
penahan tanpa surat ini adalah pelangaran HAM serta dapat dikategorikan sebagai
penculikan.
Menurutnya, baik  oknum polisi yang membawa korban dari
Bonegunu maupun JPU yang menahan telah melakukan pelanggaran hukum. Olehnya itu
pihaknya akan melakukan pra peradilan terhadap pihak Polres Muna maupun pihak
kejari yang memerintahkan penahan terhadap korban. Seharusnya  pihak penyidik dalam hal ini kanit Reskrim
Pospol Bogegunu mapun JPU mengerti aturan hukum dan tidak berlaku
sewenang-wenang seperti itu.
“ Inikan sikap arogan penegak
hukum terhadap masyarakat kecil, coba kalau koruptor dan pejabat penyidik dan
JPU bukannya menangkap dan menahannya, tapi justeru melindunginya” ungkap
Rasman geram.
Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) kasus
ini yang juga pejabat yang memerintahkan penahanan terhadap korban, Mumuh
Madya, SH saat dikonirmasi mengenai penahanan korban yang tidak disertai dengan
surat tersebut tidak berada di tempat.
“ Jaksa Mumuh sedang keluar “
ujar salah seorang staf Kejari yang tidak mau namanya di ekspose. ( Muhammad
alimuddin )

Komentar Saya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s