Tipu Pencaker Sebesar Rp 1,7 Miliar Calo Data Base Minta Tidak Ditahan


Jumat, 21 Jan 2011, | 33

Tipu Pencaker Sebesar Rp 1,7 Miliar
Calo Data Base Minta Tidak Ditahan
RAHA-Terdakwa kasus penipuan dalam calo data base
CPNSD Muna, Wa Ode Ima dan Juwa Isya, mulai disidang di Pengadilan
Negeri (PN) Raha, Rabu (19/1). Dalam sidang, Juwa Isya meminta kepada
masjelis hakim untuk tidak ditahan selama menjalani persidangan dengan
alasan anaknya masih kecil.

Selama ini Juwa Isya dan Wa Ode Ima ditahan, namun ingin bebas sehingga
dia meminta kepada majelis hakim untuk kembali ke rumahnya. “Saya minta
agar saya kembali ke rumah, karena anaku masih kecil,” pinta wanita yang
juga salah satu PNS di lingkup Pemkab Muna ini. Pada persidangan kasus
penipuan calo data base CPNSD tersebut, majelis hakim dipimpin, Yudhi
Kusuma Anugroho SH didamping Spilkam Mona SH dan Moh Fauzi Salam SH
(hakim anggota). Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tajudin SH.

Menyikapi hal tersebut, ketua majelis hakim mempersilahkan terdakwa
mengajukan permohonan untuk ditinjau, selanjutnya akan dipertimbangkan.
“Silahkan ibu ajukan pada kami, nanti kita lihat bisa dikabulkan atau
tidak,” jawab Yudhi.

Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan ini kedua terdakwa didakwa telah
melakukan penipuan sejak tahun 2007 hingga 2009, terhadap 511 masyarakat
Muna dengan iming-iming diuruskan menjadi PNS melalui data base, dengan
meminta sejumlah uang pada korbannya, dengan alasan sebagai biaya
oprersional. Namun dalam perjalanannya tidak satupun dari angka tersebut
yang terkafer, sebagaimana diungkapkan JPU, Tajudin dalam persidangan.

Juwa Isya merupakan orang suruhan Wa Ode Ima untuk mengumpul dana dari
511 orang dengan jumlah berfariasi untuk disetorkan pada Wa Ode Ima.
Untuk tahun 2007 masing-masing dimintai Rp 1 juta, tahun 2008 naik
menjadi Rp 3 juta, sedang tahun 2009 membengkak menjadi Rp 15 hingga 20
juta.

Menurut dakwaan JPU jumlah dana yang diterima Wa Ode Ima senilai Rp
1,280 M sesuai pernyataan Wa Ode Ima, sedang pernyataan Juwa Isya
akumulasi dana yang disetor dirinya pada Wa Ode Ima sebanyak Rp 1,7
Milyar. Akibat perbuatan keduanya dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang
penipuan dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun dan pasal 372
tentang penggelapan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Dalam sidang perdana tersebut keduanya telah mengajukan essepsi
selanjutnya akan dibacakan pada sidang berikutnya, Senin (24/1)
mendatang. (m6) 

Komentar Saya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s